Sabtu, 02 Juli 2011

Dakwah Pada Masa Khulafa'ur Rasyidin

DAKWAH PADA MASA KHULAFA’UR RASYIDIN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Khulafa’ur rasyidin merupakan para pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib, Radiallahu Ta’ala Anhu Ajma’in, dimana sistem yang diterapkan adalah pemerintahan yang Islam karena berundang-brundang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang ditunjukan pada syiar Islam, Nabi SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin yang akan meneruskan dakwah islamnya setelah beliau wafat, beliau menyerahkan persoalannya tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya.
Karena itulah, tidak lama setelah beliau wafat, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di kota Bani Sa’idah mereka bermusyawarah siapa yang dipilih untuk dijadikan pemimpin, dengan semangat ukhuwah islamiyah yang sangat kuat mereka adalah Khulafa’ur Rasyidin.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana asal-usul Khulafa’ur Rasyidin?
b. Bagamanakah pendekatan unsur-unsur dakwah pada masa khulafa’ur Rasyidin?


C. Tujuan
a. Untuk mengetahui asal-usul Khulafa’ur Rasyidin.
b. Untuk mengetahui unsur-unsur dakwah pada masa khulafa’ur Rasyidin.










BAB II
PEMBAHASAN

A. Asal-usul Khulafa’ur Rasyidin
Nama asli Abu Bakar As-Siddiq adalah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Aamir dari suku Taim bin Murrah bin Ka’ab. Beliau adalah orang pertama yang beriman kepada Rasul saw dari kalangan lelaki dewasa. Beliau adalah sahabat yang menemani hijrah Nabi. Beliau jugalah orang yang menggantikan Nabi untuk menjadi imam shalat serta amir jama’ah haji. Ada lima orang sahabat yang termasuk orang-orang yang dijanjikan surga yang masuk Islam melalui perantara dakwahnya, mereka itu adalah ; ‘Utsman, Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Beliau wafat pada bulan Jumadil akhir tahun 13 hijriyah dalam usia 63 tahun. Kekhalifahan Abu Bakar berlangsung selama dua tahun tiga bulan dan sembilan hari.
Nama asli Khalifah ‘Umar bin Al Khaththab adalah kuniyah Abu Hafsh. Kuniyah Abu Hafsh ini didapatkan beliau dari Nabi SAW karena Nabi melihat sifat tegas yang dimilikinya. Abu Hafsh adalah julukan bagi singa. Beliau adalah orang pertama yang dijuluki sebagai Amirul Mukminin secara luas oleh umat. , Kekhalifahan Umar bin Al Khaththab berlangsung selama 10 tahun, 6 bulan lebih 3 hari. Semenjak tanggal 23 Jumadil Akhir 13 hijriyah hingga 26 Dzulhijjah tahun 23 Hijriyah.
Utsman bin ‘Affan adalah seorang saudagar atau pedagang, ia termasuk saudagar yang sukses dan berhasil, beliau terkenal lembut, sabar, tekun dan pemurah. Dengan ketekunan yang dimilikinya serta kemurahan hatinya dalam berdagang, pada usia yang masih muda, ia sudah berdagang dinegeri Syam dan Hirah pada waktu itu negeri Syam masih dijajah kerajaan Romawi, sedangkan Hijrah merupakan jajahan Persia. Dengan pngalaman berdagang, ia memiliki kayaan yang banyak dan sahabat yang banyak. Beliau berasal dari suku Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Sebelum beliau masuk islam bliau tidak banyak mengetahui tentang Nabi Muhammad SAW, beliau hanya mngetahui tntang bberapa kpribadia nNabi dari prang lain, ia mengetahui bahwa Nabi Muhammad memeiliki kejujuran, ia juga mengetahui sikittentang kepemimipinan Nabi Muhammad SAW, keinginan beliau bertemu dengan Nabi Muhammad kemudian disampaikan kepada sahabatnya, yaitu Abu Bakar, rumah Abu Bakar tidak terlalu jauh dari rumah beliau. Beliau masuk Islam sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke Darul Arqam. Beliau adalah seorang yang kaya. Beliau menjabat sebagai khalifah sesudah ‘Umar bin Al Khaththab r.a berdasarkan kesepakatan ahlu syura. Beliau terus menjabat khalifah hingga terbunuh sebagai syahid pada bulan Dzulhijah tahun 35 hijriyah dalam usia 90 tahun menurut salah satu pendapat ulama Kekhalifahan beliau berlangsung selama 12 tahun kurang tahun 35 hijriyah hingga 19 Ramadhan tahun 40 hijriyah.
Ali Bin Abi Thalib adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan kepadanya bendera jihad pada saat perang Khaibar yang dengan perantara perjuangannyalah Allah memenangkan umat Islam dalam pertempuran. Beliau dibai’at sebagai khalifah setelah khalifah ‘Utsman terbunuh. Beliau menjadi khalifah secara syar’i hingga wafat dalam keadaan mati syahid pada bulan Ramadhan tahun 40 hijriyah dalam usia 63 tahun. Kehalifahan Ali berlangsung selama 4 tahun 9 bulan, sejak 19 Dzulhijah 12 hari.
B. Unsur-unsur pendekatan dakwah pada masa khulafa’ur rasyidin
Kekuasaan khulaf’ur rasyidin berumur kurang lebih 30 tahun. Srtuktur dakwah pada masa khulafa’ur rasyidin meliputi unsure-unsur dakwah sebagai berikut:
a. Da’i
Penggantu Rasulullah adalah Khulafa’ur rasyidin, mereka adalah Abu Bakar Asidiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib. Ke empat sahabat Nabi ini berperan sebagai ulama’ yang menyebarkan Agama Islam seklaligus berperan sebagai seorang Khalifah(pemimpin). Para da’i pada masa khulafa’ur rasyidin ini adalah, Abu Bakar As-Siddiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Afan, Ali Bin Abi Thalib, beliau-beliaulah yang berperan dalam dakwak pada masa khulafa’ur Rasyidin dan beliau-baliaulah yang menggantikan Nabi dalam menjadi seorang kepala negara. Sehingga corak Da’I pada masa Khulafa’ur rasyidin ini adalah Al-Ulama wa Al-Umara’.
b. Mad’u
Kondisi mad’u pada masa khulafaur Rasyidin adalah bersifat ijabah, karena pada masa Rasulullah sudah banyak orang yang memeluk Agama Islam.
Khulafaur Rasyidin hanya tinggal meneruskan perjuangan dakwah rasulullah, namun masih banyak umat yang belum menerima Islam sebagai Agamanya, seperti orang-orang Qurasyi dan Yahudi, sehingga mad’u pada masa Kulafaur Rasyidin bercorak ijabah dan ummah.

c. Materi
Materi yang diterapkan pada masa khulafaur Rasyidin adalah aqidah, syari’ah dan mu’amalah. Adapun aqidah dengan cara mentauhidkan, atau Meng Esakan Allah, sedangkan syari’ah dengan diajarkannya tata cara tentang berwudhu, sholat dan mambaca Al-Qur’an, sedangkan mu’amalah yaitu dengan ditetapkannya zakat bagi orang-orang muslim yang diserahkan kepada baiulmal dan pajak bagi orang-orang non muslim.
d. Metode
Ada bermacam metode yang digunakan dalam berdakwah pada masa Khulafaur Rasyidin diantaranya sebagai berikut:
1) Metode Ceramah
Metode ceramah metode yang dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan cara ceramah yang dilakukan di masjid-masjid.
2) Metode Missi(Bi’tsah)
Penyebaran Agama Islam ke berbagai wilayah dilakukan dengan cara mengutus para da’i. Apabila ada yang menentang atau memberontak maka dilakukan peperangan atau jihad.
3) Metode Korespondensi
Sebelum para da’i dikirim ke daerah-daerah yang akan di dakwahi, terlebih dahulu dikirim surat sebagai pengantar.
4) Metode Ekspansi
Penyebaran Agama Islam dilakukan dengan cara ekspansi atau perluasan wilayah. Ekspansi yang dilakukan meliputi kawasan Syiria dan Palestina, Irak dan Persia, Mesir, Khurasan, Armenia, Afrika Utara.
5) Metode Tanya-jawab
Metode Tanya-jawab adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan Tanya-jawab untuk mengetahui sejauh mana ingatan atau pikiran seseorang dalam memahami atau menguasai materi dakwah, disamping itu juga untuk merangsang perhatian mad’u . Seorang mad’u juga dapat mengajukan pertanyaan kepada seorang da’i tentang materi yang belum dikuasai oleh mad’u, sehingga akan terjadi suatu hubungan timbal balik antara da’i dan ,mad’u.
6) Metode Karya Tulis
Metode karya tulis dengan dikumpulkannya lembaran-lembaran sebagai Mushaf, dan pada masa khalifah Utsman dibukukan menjadi sebuah Al-Qur’an.
7) Metode Diskusi
Pada Abu Bakar, beliau berdiskusi dengan Chyrus, pemimipin Romawi dan terjadi kesempatan untuk berdamai .
8) Metode Konseling
Pada masa khulafaurrasyidin, para Khalifah mengajarkan secara langsung cara membaca Al-quran, tata cara berwudhu’, shalat dan cara-cara yang lainya dalam hal apapun yang di rasa belum di ketahui oleh ummat.
9) Metode Kelembagaan
Pada masa khalifah umar bin khatab sudah mampu mengatur dalam sebuah kelembagaan yang di sebut Baitul Mal yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta kekayaan Negara .
10) Metode Keteladanan
Para khulafa’urrasyidin memiliki sifat yang cerdik, pandai, adil, dermawan dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
11) Metode Propaganda
Didalam proses dakwah pasti terdapat unsur propaganda, guna untuk mempengaruhi seorang mad’u.
12)Metode Silaturah
Pada masa khulafa’urrasyidin, para khalifah berkunjung ke daerah-daerah kekuasaanya untuk mengetahui perkembangannya.

e. Media
Media yang digunakan pada masa khulafaur Rasyidin adalah:
a. Media Masjid
Masjid di jadikannya sebagai tempat atau sasaran utama oleh para Khulafa’ur Rasyidin, selain itu dijadikan sebagai tempat pengajaran Al-Quran dan Al-Hadits.

b. Media Cetak
Khulafaurrasyidin mengumpulkan Al-Qur’an dan membukukannya, kemudian di sebarkannaya ke seluruh wilayah kekuasaan Islam, yang terjadi pada masa Usman Bin Affan.

c. Lembaga Pendidikan
Pada masa khalifah Umar bin Khatab, Abu Sofyan mengajarkan Al-Qur’an kepada penduduk perkampungan. Barang siapa yang buta huruf Al Quran akan dikenakan sanksi cambuk.

d. Lembaga Kantor/pemerintahan
Fungsi dari Lembaga Kantor/pemerintahan yaitu bisa juga digunakan sebagai pusat segala aktivitas pemerintahan, seperti gedung-gedung DPR atau istana Negara. Dan pemerintahan pada masa Khulafa’ur Rasyidin ini pemerintahannya dijalankan sesuai dengan nilai-nilai ke Islaman, misalnya pada masa Umar Bin Khattab dibuat sebuah kebijakan untuk membuat sebuah badan yang mengurus zakat. Ini dilakukan agar pembagian zakat bisa diantar dengan baik dan bisa memebantu prang miskin. Pada aktivitas beginilah lembaga Kantor/pemerintahan digunakan atau dibutuhkan.






BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kulaffa’ur Rasyidin berasal dari bahasa Arab, dari kata Khulafa dan Arrasyidin. Khulafa’ur Rasyidin merupakan para pemimpin umat islam setlah nNabi Muhammad SAW wafat yaitu pada masa peemerintaha Abu Bakar , Umar Bin Khatab, Usman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, diman sistm yang digunakan dalam pemerintaha adalah pemeritahan yang islami karna berundand-undangkan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Khulafaur’r Rasyidin adalah pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya senantiasa meneladani kepemimipinan Rasulullah, sifat dan akhlak beliau-beliau sebagai pemimipin masyarakat, bliau-beliau inilah yang menyebarkan agama Islam yang sangat hebat dan baik.

B. Saran
Dengan selesainya makalah ini, penulis berharap, pembaca dapat memberi sebuah tanggapan yang bersifat membangun kepada makalah Anda, yang tidak lepas dari kesalahan-kesalahan yang ada. Penulis juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi tambahan pengetahuan kita tentang sejarah-sejarah Islam pada masa lalu.











DAFTAR PUSTAKA

Murodi, Sejarah Kebudayaan Islam, Semarang: Karya Toha Putra, 2008
www.google.com. Biografi Usman Bin Affan Di akses pada tanggal 10 Mei 2011, 15:00

www.google.com. Kondisi mad’u pada masa khulafaur Rasyidin Di akses pada tanggal 08 Mei 2011, 13:00

Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta: Logos. 1997.

Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, Jakarta:Amzah,2009

Wahyu Ilaihi dan Harjani Hefni, Pengantar Sejarah Dakwah, Jakarta: Kencana, Cet. I 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar